A Copy of My Mind

A Copy of My Mind Sari, Pegawai Salon Kecantikan, Adalah Seorang Pencandu Film Ia Bertemu Alek Si Penerjemah DVD Bajakan Saat Sari Mengeluh Tentang Buruknya Kualitas Teks Terjemahan Di Pelapak DVDTak Butuh Waktu Lama Hingga Keduanya Saling Jatuh Cinta Sari Dan Alek Melebur Di Antara Riuh Dan Bisingnya Ibu Kota Cinta Membuat Keduanya Merasa Begitu Hidup Di Tengah Impitan Dan Kerasnya JakartaNamun, Hidup Keduanya Berubah Ketika Sari Ditugaskan Untuk Memberi Perawatan Wajah Seorang Narapidana Ia Diutus Pergi Ke Rutan Tempat Bu Mirna Terdakwa Kasus Korupsi Yang Melibatkan Pejabat Negara Ditahan Rutan Itu Berbeda Dari Rutan Pada Umumnya Di Sana Sari Melihat Penjara Yang Fasilitasnya Bahkan Lebih Baik Dari Kamar IndekosnyaSari Dan Alek Terlambat Menyadari Bahaya Sedang Mengancam Nyawa Keduanya, Saat Sari Secara Sengaja Mengambil Satu Keping DVD Dari Rumah Tahanan Bu Mirna

Dewi Kharisma Michellia Pernah menjadi reporter dan redaktur berita di pers mahasiswa BPPM Balairung 2010 2013 , editor in house untuk lembaga riset dan penerbitan PolGov 2013 2015 , redaktur sastra Jakartabeat 2013 2015 , dan salah satu pendiri Penerbit OAK Pada 2018, ikut menggagas Ruang Perempuan dan Tulisan, sebuah wadah pembacaan kembali karya para perempuan penulis Kini, ia adalah edi

❮PDF / Epub❯ ☆ A Copy of My Mind Author Dewi Kharisma Michellia – Hookupgoldmilf.info
  • Paperback
  • 199 pages
  • A Copy of My Mind
  • Dewi Kharisma Michellia
  • Indonesian
  • 10 May 2017
  • 9786023754014

10 thoughts on “A Copy of My Mind

  1. says:

    Agak aneh sih ya kalau dibaca dalam bentuk novel Sepanjang membaca saya membayangkan visualnya terus meskipun kenyataannya saya belum pernah nonton filmnya Narasinya bagus dan mendalam, sarkasme plus emosi Sari dan Alek dapet cuma yah sebagai novel, kesan antiklimaksnya jadi kuat banget Pada akhirnya saya nggak paham apakah ini romansa murni atau romansa berbalut politik seperti yang digadang gadang di sinopsis film novelnya karena unsur politik di novel ini terkesan hanya tempelan Setengah bagian buku isinya tentang kehidupan Sari, Alek, lalu romansa mereka Saya mengernyitkan dahi terus, mana bagian ketegangan politiknya Bukannya katanya pasangan ini bakal tak sengaja terlibat di permainan politik Tapi sepertinya saya salah sangka atau ekspektasi saya ketinggian Terlibat yang saya pikirkan bukan seperti itu, atau kalaupun seperti itu, tidak se sedangkal itu Barangkali di filmnya beda ya karena medianya visual, jadi adegan adegan terlibat di permainan politik nya lebih menonjol Di novelnya ini, begitu menutup buku yang tersisa hanya, Udah nih Gini doang Tetap suka sekali sama narasinya sih.

  2. says:

    Belum nonton filmnya jadi nggak bisa bandingin Review ini murni penilaian saya berdasarkan bukunya.Ceritanya lumayan, tapi datar banget di lebih dari separuh awal Kalo filmnya mendingan kali ya, soalnya nggak bakalan bosen melototin Tara Basro xDDua yang saya sayangkan POV nya pake orang pertama Sari dan Alex bergantian Menurut saya sih harusnya lebih baik menggunakan POV 3 Di sini malah sering kali saya liatnya si penulis sendiri yang bersuara, bukannya Sari atau Alek Tata bahasanya Nafas, memperhatikan, menghembuskan Itu aja sih yang saya ingat Terutama nafas, banyak banget bertebaran.Intinya, sebagai pelengkap filmnya, oke sih Cuma sebagai novel utuh, jujur saya kecewa Padahal ekspektasi saya tinggi banget lantaran ngefans sama karya debut penulisnya.Beberapa quote yang saya suka Sekarang, bokep kalau dikasih subtitle, pembelinya lebih banyak Kita mesti kreatif, kalau film film bajakan biasa, mah, sudah enggak laku Apalagi film yang orisinal Tapi, yang lu dapat gambarnya bagus, kan Dia justru balik bertanya Gambarnya bagus, enggak Bagus Cuma teksnya jelek Lu mau nonton teks atau mau nonton gambar Ya, kalau enggak ada teksnya, gue nontonnya gimana

  3. says:

    Setelah kelar membaca novel adaptasi ini, aku lanjut maraton nonton filmnya Oke, aku merasa beruntung baca A Copy of My Mind versi novel lebih dulu.Kalau aku nonton filmnya duluan, pasti banyak timbul pertanyaan sebab plot ceritanya kurang detail dan beberapa kausal adegannya bikin kening berkerut Sepanjang nonton, yang terbayang malah narasi yang ditulis Dewi Kharisma Michellia di buku ini Imajinasiku memang secetek itu Banyak sekali hal abu abu di film yang terjelaskan di sini kurasa buku ini memang dibuat sebagai panduan filmnya Misalnya, adegan Alek menerjemahkan film bokep gay, adegan Sari mematikan TV karena mengeluhkan terjemahan film, dan tentu saja pikiran pikiran implisit dalam kepala Alek dan Sari yang nggak bisa dilihat lewat visual Sebagai buku adaptasi dari skenario film, buku ini ditulis dengan baik Aku bilang baik karena bisa dibaca tanpa harus menonton filmnya.

  4. says:

    Di film, plotnya agak bolong Di novel, terjelaskan Jangan jangan novel ini ditulis untuk menjelaskan plot yang bolong Review lengkap

  5. says:

    pertama menemukan judul film ini dari rekomendasi seorang teman yang katanya ini adalah salah satu film terbaik Indonesia yang tidak boleh dilewatkan namun karena belum sempat mencari filmnya saya malah dipertemukan dg bukunya, akhirnya memutuskan tuk membaca dulu sebelum menonton.sebetulnya ingin memberi lima bintang karena personally suka dengan intimacy antara Alek dan Sari, kisah hidup yang terasa sangat nyata seperti kehidupan yang terjadi sehari hari tetapi endingnya kurang mengena, padahal jalan cerita dan cara penyampaian sudah terasa baik tapi entah kenapa tiba2 ada sesuatu yang hilang kurang ketika memasuki bagian akhir, banyak hal hal yang menuai pertanyaan yang tidak terjawab.

  6. says:

    Kamu percaya enggak kalau takdir pertemuan itu memang seperti itu sifatnya Seperti bagaimana Kita diminta mengumpulkan banyak banyak pengalaman hidup, untuk jadi prasyarat bertemu dengan orang orang paling penting di hidup kita halaman 114Selengkapnya Copy of My Mind adalah buah karya sutradara Joko Anwar yang dinovelisasi oleh Dewi Kharisma Michellia Sebuah cerita dengan plot yang luar biasa memotret kehidupan kaum urban level bawah dengan segala hiruk pikuknya dalam bertahan di ganasnya kota metropolitan Apalagi, yang menjadi bidikan temanya adalah tentang DVD bajakan Betapa mirisnya, karena kemungkinan besar film ini pun akan bernasib sama di tangan para pengusaha lapak bajakan itu Menurut saya, ini adalah ide yang cerdas Menyinggung dan menyasar tepat pada sasaran.Sebagai tangan yang bekerja untuk pembuatan novelnya, Dewi Kharisma Michellia mengemasnya dengan sangat apik Jujur saja, menurut saya filmnya membosankan, saya berhenti menonton di tengah jalan dan sebagai kaum yang agak sedikit idealis, maafkan saya karena menontonnya di yuchub karena memang filmnya sudah tidak lagi ada di pasaran merasa ikutan kesindir oleh ide yang diangkat Ada banyak plot hole yang tidak terjelaskan atau tidak tersuarakan dari filmnya Dan rupanya, kekosongan suara dan cerita itu benar benar diisi dengan baik sekali di novelnya Sebab akibat yang menjadi jalan cerita sangat diperhatikan dengan detail Suara suara yang tidak tersuarakan oleh gesture pemain, diungkapkan dengan bahasa yang tepat pada maksdunya.Ini adalah novel kedua dari penulis yang saya baca dan ternyata memang novel keduanya setelah sebelumnya menikmati Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya yang merupakan pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta tahun 2012 Salut dengan kepiawaian penulis meramu jalan cerita, mengemasnya dalam balutan diksi dan pemilihan kalimat yang luar biasa Pembaca dapat merasakan langsung kehidupan dalam novel ini seolah itu disajikan dan dirasakan sendiri di depan mata Sebagai seseorang yang pernah tiga minggu berada di Jakarta jangka waktu yang sangat pendek memang, tapi cukup menggambarkan situasi dan kondisi di sana karena memang saya di sana tidak dalam rangka vakansi , gambaran realita yang dipaparkan sungguh mengingatkan saya akan momen berada di kota itu Sebuah kisah kehidupan yang sayangnya jarang diangkat sebagai tema dalam novel populer.Dari segi tokohnya, Alek misalnya, adalah gambaran real keadaan masyarakat kebanyakan Kita tidak bisa tutup mata, bahwa di sekitar kita banyak tipikal manusia yang memilih kebebasan sebagai jalan hidup mereka Alek bukan orang yang tidak berpendidikan, ia bahkan mampu menangkap fenomena kehidupan di sekitarnya untuk dijadikan bahan tertawaan Pemikirannya juga dalam, tentang pemaknaan hidup dari sisinya Lalu dengan Sari, yang memiliki optimisme hidup sekadar memenuhi impian dan cita citanya yang berhubungan dengan hobi menonton film, Alek menemukan sosok seorang wanita yang selama ini tidak pernah masuk ke dalam kehidupannya.Sari adalah tipikal gadis lugu berpendidikan rendah yang hidup merantau di kota Namun semenjak pertemuannya dengan Alex, ia pun mendapatkan sosok yang bisa dibaginya dalam hal mengeluhkan beban hidupnya yang kian menghimpit Kata orang, pemenang adalah yang tertawa terakhir Kamu akan tertawa terakhir kalau kau terawa terus Jadi, kita memang harus tertawa, dan sering sering tertawa, biar kita menang atas hidup halaman 115Saya mengacungkan jempol terhadap ide cerita ini Memaparkan realitas tentang jurang pemisahan yang begitu besar antara si miskin diwakili Sari dan si kaya Bu Mirna , tentang ketiadaan mimpi karena sarana untuk meraih mimpinya yang tidak terpenuhi, tentang bagaimana mengangkat cerita dari kacamanta orang lain yang memiliki pandangan hidup berbeda dengan kita atau saya.Terlepas dari apakah kita memilih untuk mengamini jalan pikiran penulisnya, saya rasa novel ini layak untuk dijadikan bahan perenungan Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang mengikut di belakangnya Ketika kau memilih untuk tidak percaya terhadap identitas, kau akan menanggung sendiri risikonya Pun begitu juga ketika kau mengambil jalan untuk tidak percaya pada Tuhan Bukan ranah manusia untuk memberikan penghakiman Namun, sebuah kisah tentu akan menuai banyak sekali pelajaran.Satu hal yang menjadi kekurangan dari novel ini adalah tidak adanya penanda bahwa novel ini adalah novel dewasa Ada adegan dewasa yang dideskripsikan dalam ceritanya Seharusnya, pihak penerbit memberikan warning agar tidak semua kalangan usia bisa membacanya Meskipun, justru biasanya kalau sudah diperingatkan begini bikin orang penasaran, tapi setidaknya dengan memberikan label novel dewasa , pihak penerbitan sudah turut andil dalam memberikan peringatan kepada calon pembacanya Katakanlah saya terlalu saklek dalam hal beginian tapi ini saya rasa perlu Terlepas dari apakah efektif atau tidak dengan adanya peringatan tersebut, setidaknya dengan memebrikan peringatan, pihak penerbit sudah terbebas dari tanggung jawab moral terhadap isinya.Terakhir Saya harus mengapresiasi dan mengangkat topi dengan kemampuan penulis dalam mendeskripsikan adegan adegan tertentu sehingga membuat novel ini layak baca tanpa mengurangi maksud dari scene yang sedang disampaikan.Ini benar benar terakhir deh Agak sedikit protes boleh ya Kenapa cover depannya gambar Chico Jericho ya Padahal versi Tara Basro yang ada di back cover lebih cakep menurut saya

  7. says:

    Baru tahu kalau novel ini merupakan adaptasi dari film, bukan novel ini diadaptasi ke film Jadi sebenarnya sudah pingin banget nonton filmnya, tapi karena belum kesampaian, kemudian nemuin novel ini di iJogja, jadi baca ini dulu.Pertama kali baca karyanya Dewi Kharisma Novel ini kayaknya dibagi jadi tiga bagian 1 bagian awal yang datar 2 cinta cintaan Alek dan Sari 3 Sari mengambil DVD nya Bu Mirna Paling suka karena diceritakan dari 2 sudut pandang, berasa baca Entrok nya Okky Madasari.

  8. says:

    Kebetulan aku nonton dulu filmnya baru sekarang baca novelnya Sepanjang baca buku ini jadi yang kebayang adalah tokoh Sari Alek yang diperankan Tara Basro sm Chicco Ku suka novelnya, narasinya bagus tapi sayang endingnya kurang dapet Seperti ada yang tidak tersampaikan.

  9. says:

    Sari dan Alek, dua manusia yang dipertemukan secara kebetulan oleh satu kesamaan film Sari menjadikan film sebagai pelepasan atas penatnya hidup di kota besar, sementara Alek mengais rejeki dari pekerjaan sebagai penterjemah teks film bajakan Sari, penggemar film bernuansa monster, tak puas dengan hasil penerjemahan teks melancarkan protes pada pemilik lapak DVD bajakan tepat pada saat Alek ada di tempat yang sama Keduanya merasakan ada ketertarikan satu sama lain Dan dimulailah kisah keduanya.Saya menemukan kalimat a film by Joko Anwar di sampul novel adaptasi oleh Dewi Kharisma Michellia Oh, jadi ini novel yang disadur dari sebuah film, begitu yang terbenak di saya Film apa itu Saya belum pernah tahu Dan saya memutuskan untuk tidak mencari tahu hingga saya selesai membaca novel ini secara keseluruhan Saya membebaskan diri dari ekspektasi, dari keharusan membandingkan antara karya sebelumnya dengan novel ini.Novel setebal 197 halaman ini berjalan dengan alur lambat Hingga halaman 134, nyaris tak ada konflik berarti Cerita berputar di sekitar kehidupan Sari dan Alek, proses pengenalan diri, pekerjaan masing masing, hingga tumbuhnya cinta Selipan cerita dari film ada di sana sini Beberapa bagian bahkan menyentil kejadian nyata Seru Gaya bahasa yang dipakai Michella lugas, mengalir lancar Bercerita dengan teknik dua tokoh aku , setiap tokoh menawarkan rasa yang berbeda Cara pikir Sari dan Alek dijabarkan dengan runtut diselingi humor satir perihal kehidupan Menyegarkan walau akhirnya membosankan Apa enaknya membaca novel tanpa konflik Mulai halaman 135, barulah konflik sebenarnya diperkenalkan Karena tindakan impulsif Sari mencuri DVD milik Ibu Mirna, salah satu klien yang sedang mendekam di penjara bintang lima , Sari dan Alek menemui masalah Ketika sampai di halaman ini, saya sedikit khawatir Bukan apa apa, konflik baru dimulai sedangkan sisa halaman novel terlihat semakin tipis Apakah konflik dapat di atasi dengan baik Seperti apa penyelesaiannya Akhirnya saya terpaksa kecewa karena cerita berakhir begitu saja Saya cuma bisa berujar, Oh.Di bagian ucapan terima kasih , Michellia menyebutkan bahwa sutradara film A Copy of My Mind, Joko Anwar, membebaskan ia untuk menuliskan novel adaptasi sebebas bebasnya, tanpa pembatasan Ia juga dibolehkan untuk menuliskan adegan tambahan, bahkan mengoreksi adegan dalam film Sebuah privelese bagi penulis yang sebelumnya menelurkan karya perdana Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya Kemewahan ini membuat saya bertanya tanya sudahkah dimanfaatkan dengan sebaik baiknya Saya belum menonton film aslinya yang berhasil diputar pertama kali pada seksi Film Kontemporer Dunia pada ajang Festival Film Internasional Toronto 2015 yang bergengsi Apakah ujung kisah film sama dengan versi novel Saya tak tahu Seandainya akhir cerita film memang seperti itu , tidakkah penulis berpikiran untuk memberikan sebuah penyelesaian yang lebih dramatis ketimbang akhir yang menggantung Bukankah empunya film sudah memberikan kebebasan yang sebebas bebasnya Salam.

  10. says:

    Saya kebetulan belum nonton film a copy of my mind milik Joko Anwar, setahu saya mungkin film ini kurang laku di pasaran namun dari beberapa reviewer Film ini mendapat kritik yang lumayan bagus Maka saya tertarik ingin membaca novel adaptasi film a copy of my mind ini.Novel ini menceritakan Sari wanita yang tak percaya ikatan pernikahan dan Alek pria tanpa identitas tanpa cita cita, mereka hidup di tengah kota metropolis yang hanya bisa dihuni oleh orang orang sabar calon penghuni surga Cerita berlanjut tentang kisah percintaan Sari dan Alek yang percaya mereka adalah orang yang paling bahagia saat itu di tengah kota metropolis yang penuh dengan hiruk pikuk politik.Secara keseluruhan saya pada mulanya cukup menikmati cerita percintaan dari Sari dan Alek, namun ketika cerita mencapai inti klimaksnya plot cerita malah menurun menjadi kurang asik lagi untuk dibaca, mungkin karena dikaitkan dengan isu politik yang t ik seperti yang selalu dikatakan Alek Bagian akhir cerita terus menerus menggambarkan betapa buruknya sistem politik dan pemerintahan bangsa itu, yang secara paksa tiba tiba merubah kehidupan Sari dan Alek diputarbalikkan menjadi korban jahatnya sistem politik Sebenarnya tidak ada yang salah dalam pengaitan cerita percintaan Sari dan Alek ke dalam putaran dunia politik, namun pemaksaan cerita yang terlalu memaksa itulah yang membuat blunder cerita film ini menjadi sedikit kurang mengasyikkan.Namun, saya suka dengan penggambaran sebuah kota metropolis namun tidak disebutkan dimana latar kota tersebut diambil, meskipun kita pasti langsung tahu Kita diajak berkenalan dengan kehidupan yang sumpek di bagian kelas bawah sebuah ibukota metropolis.Selain itu saya juga suka bagian dimana Sari menceritakan sebuah film tertentu tanpa disebutkan judulnya hanya berupa sinopsis singkat, yang membuat saya jadi ikut menebak film apa yang sedang dibicarakan.Sudut pandang yang diambil oleh novel ini sebetulnya tidak terlalu mengganggu, saya sangat suka ketika penulis menceritakan tentang Sari, sangat terbayang jelas sosok Tara Basro yang memerankannya Tapi saya kurang sedikit menikmai cerita yang diceritakan oleh sudut pandang Alek, entah karena penulisnya seorang wanita sehingga kurang bisa menggambarkan pikiran seorang lelaki absurd tanpa cita cita.Saya salut kepada penulis pada beberapa bagian yang menggambarkan betapa sentimen nya tokoh Sari dan Alek dalam isu isu politik seakan akan memang itu adalah Joko Anwar yang sedang menuliskannya Pandangan pandangan Joko Anwar dapat terlihat jelas dalam akun Twitternya yang seakan muak dengan politik negeri ini disampaikan dengan apik oleh penulis Saya suka Tapi dari semua kekurangannya saya suka dengan tema kritik sosial yang ingin dibawa oleh Joko Anwar.Apakah saya akan tertarik untuk menonton filmnya setelah membaca novel adaptasinya Pasti Namun akan jadi film diurutan sekian yang akan ditonton.Btw, Terimakasih atas goodreads giveaway nya mbak Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *